Agensi Berita Ahlul Bait (ABNA.co) - Presiden Indoensia mengecam perusuh ekstremis Sunni dengan menganggap kejadian ini telah merosakkan keharmonian dan ketenteraman dalam kehidupan masyarakat. Susilo turut mengesahkan rusuhan yang yang terjadi di Sampang pada 26 Agustus 2012 telah mengorbankan 2 pengikut mazhab Syiah, mencederakan beberapa orang dan 35 rumah mereka dibakar."Kejadian ini sungguh kita sesalkan, dan terus terang merosakkan keharmonian dan ketenteraman dalam kehidupan masyarakat kita. Terutamanya masyarakat di wilayah Sampang itu," kata Presiden Yudhoyono  dalam sidang media di pejabat presiden, setelah mempengerusikan mesyuarat tergempar yang membahaskan peristiwa Sampang, Madura, Jatim,Presiden Yudhoyono menyatakan rasa kesal dengan kejadian tersebut, apalagi umat Islam baru sahaja selesai menjalankan ibadah puasa serta saling memaafkan di hari raya.Untuk itu, Yudhoyono  menyeru seluruh rakyat  Indonesia, termasuk tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar membangunkan kebaikan yang diajar di bulan Ramadhan dan teap konmsisten menjaganya sehingga bulan-bulan lain."Apa yang terjadi di Sampang ini adalah kejadian kedua kalinya setelah pada bulan Disember 2011 dan Ogos 2012. Jadi katakanlah  selama tempoh 1 tahun ada 2 kali tindakan kekerasan yang terjadi di wilayah itu," ujar beliau.Susilo mengatakan dirinya telah berhubung dengan Gabenor Jawa Timur Soekarwo pagi  tadi untuk mendapat penjelasan yang lengkap berkenaan tragedi Sampang. Beliau juga meminta penjelasan daripada menteri-menteri lain.