Agensi Berita Ahlul Bait (ABNA.co) - Pihak berkuasa tempatan mengambil inisiatif pencegahan awal untuk membendung rusuhan dari merebak ke tempat lain. Kali ini pondok pengajian Islam kelolaan Yayasan Pengajian Islam Bangil yang pernah diganggu perusuh beberapa kali dikawal oleh polis.

"6 orang petugas dari Polsek Beji (Polis Daerah) dan 2 lainnya dari Polres (polisi resort) Pasuruan, yang malam ini berjaga-jaga. Penjagaan di pondok ini menyusul setelah rusuhan yang terjadi antara Syiah-Sunni di Sampang. Penjagaan ini berlanjutan hingga situasi aman terkawal" kata Brigadir Yudhi, petugas dari Polsek Beji.

Sementara itu, salah seorang pekerja Pondok Pesantren Al-Ma'hadul Islami YAPI mengatakan, hingga sekarang keadaan di pondok pesantren sunyi. Hal ini disebabkan para pelajar yang balik ke kampung halaman masing-masing, belum ada yang kembali. "Pelajar masuk belajar mulai 1 September" kata Romli, salah satu pekerja pondok.

Diberitakan sebelumnya, pergaduhan antara Syiah-Sunni di Sampang berpunca dari rombongan pelajar dari komuniti Syiah yang ingin kembali ke Bangil. Ketika itu, puluhan perusuh sudah menghalang dan mengancam akan membakar dan membunuhnya. Perusuh kemudian menyerbu rumah-rumah kelompok Syiah.