Agensi Berita Ahlul Bait (ABNA.co) - Sebuah pondok pengajian Islam yang dikelola oleh pengikut mazhab Syiah dibakar di Madura, Indonesia pada pukul 09:12 pagi tadi.
Pesantren Misbahul Huda, di dusun Nangkernang, jajahan Omben, hangus dibakar perusuh yang mendakwa kumpulan mereka sebagai "kelompok Sunni."
Menurut Mulyana, Ketua Polis Sampang tidak ada yang terkorban dalam insiden ini dan pihaknya masih belum dapat menganggarkan kerugian material. Berdasarkan keterangan dari pegawai Perhubungan Awam Polis Daerah Jawa Timur Commissioner Rahmat Mulyana, perusuh juga bertindak membakar tiga rumah dan sebuah surau.
"Tiga rumah dan satu mushola yang ditempati oleh kelompok Syiah dibakar, menurut informasi pembakaran dilakukan oleh kelompok yang mempergunakan nama Sunni," kata Rahmat Mulyana kepada BBC Indonesia.
"Untuk sementara waktu Polri (Polisi Republik Indonesia) belum bisa masuk ke TKP (lokasi kejadian), karena kelompok ini ingin rumah-rumah Syiah terbakar sampai habis," kata Rahmat.
Menurut Rahmat pihak polis bersama bupati (ketua Kabupaten), muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) dan dandim (Komando Distrik Militer) tempatan sedang melakukan rundingan dengan perusuh tersebut.
"Kami berjaya mengatasi agar kebakaran tidak sampai merebak ke permukiman lain," kata Rahmat.
'Perusuh membakar rumah saya'
Sementara itu seorang pengetua madrasah, Iklil al-Milal, mengatakan perusuh mula datang sekitar pukul 10.00 (Waktu Indonesia Barat) dan langsung pembakaran.
"Sebelumnya kami sudah mendengar adanya khabar tidak baik dan langsung memindahkan para siswa dan pengurus," kata Iklil. "Sekarang perusuh sedang membakar rumah saya."
Menurut Iklil, ancaman dan kekerasan sudah diterima para pengurus madrasah sejak 2006. Mereka sudah meminta bantuan perlindungan dari pihak polis tapi tidak ada tindakan.
"Saya tidak bisa pergi karena saya mengatur jemaah, takut tidak terkawal. Saya takut teman-teman dan para waris murid tidak bisa menjaga amarah, keadaan nanti bisa tambah sukar," kata Iklil.
September lalu, aktivis Human Rights Watch, Andreas Harsono, dan peneliti Australia Tirana Hassan ditangkap polis Sampang, Madura ketika sedang mewawancarai para pengurus pesantren tersebut untuk mengkaji kewujudan minoriti Syiah di Indonesia.
Andreas ditahan selama satu malam dengan tuduhan "masuk ke wilayah konflik" tanpa izin, sedangkan Tirana dipulangkan ke negaranya kerana dianggap salah guna visa penyelidik.
28 Disember 2011 - 20:30
News ID: 287290
Perusuh memperalatkan nama Ahlusunnah bertindak ganas dengan membakar pondok pengajian Islam Syiah dan tiga buah rumah.