20 Jun 2013 - 19:30
Pemerintah pindah pelarian Syiah Sampang secara paksa

Pemerintah Daerah Sampang memindahkan pelarian Syiah Sampang ke Sidoarjo secara paksa tanpa sebarang gantirugi terhadap aset yang ditinggalkan.

Pengungsi Syiah: Bapak Presiden, tolong dengar keluhan kamiAgensi Berita Ahlul Bait (ABNA.co) - Nasib 165 pelarian Syiah Sampang semakin memburuk apabila pihak pemerintah tempatan memaksa mereka berpindah ke Sidoarjo tanpa sebarang gantirugi sebarang aset yang ditinggalkan berupa tanah, rumah sawah dan ladang. Namun menurut Pemerintah Privinsi Jawa Timur mereka ini akan diberikan peluang pekerjaan dan pendidikan.Sebahagian media melaporkan Pemerintah Kabubaten Sampang menyeret pelarian ini keluar dari Gedung Olahraga Sampang dengan lima buah bas ke unit penempatan di Sidoarjo yang telah disediakan oleh pihak berkuasa. Namun pihak pelarian membantah pemindahan ini kerana hanya bersandarkan desakan golongan anti Syiah.Nahdhatul Ulama kecam pemaksaanKetum PBNU: Relokasi paksa warga Syiah bukti SBY gagalSementara itu merdeka.com melaporkan Kiyai Haji Said Aqil Siradj mengecam pemindahan secara paksa tersebut. "Jika memang benar itu dilakukan dengan disertai pemaksaan, kami mengecam. Itu wujud kegagalan pemerintah dalam melindungi warganya yang memiliki hak untuk hidup di tanah kelahirannya," tegas Said.Namun Aqil Siradj mengaku tidak mempertikaikan pemindahan tersebut sekiranya disetujui pelarian.